Cerita Sex Beruntungnya Aku Seorang Jukir Bisa Pacari ABG Tapi Kuperawani Sahabatnya

Posted on
omi88

Cerita Sex Beruntungnya Aku Seorang Jukir Bisa Pacari ABG Tapi Kuperawani Sahabatnya – Suatu hari pas aku sedang turun ke lapangan untuk menjaga lahan parkirku, tepatnya ketika para pengunjung sudah banyak pulang dan aku pun mau pulang, tetapi sayang masih ada beberapa motor lagi yang belum keluar dari tempatku. Terpaksa aku menunggu saja daripada aku sia-siakan sisanya karena lumayan bisa buat beli rokok bila semua dari sisa motor yang belum keluar itu.

Cerita Sex Beruntungnya Aku Seorang Jukir Bisa Pacari ABG Tapi Kuperawani Sahabatnya

agen bola bonus deposit

agen poker online

bandar poker online

agen dominoqq agen bola tanpa deposit inibet188

Tak lama kemudian ada 2 orang ABG masih belia dan kutaksir saja mereka berdua masih SMU. Ketika dia mau mengambil motornya, aku pun langsung spontan saja pengen mengajaknya ngobrol.

Cerita Mesum Beruntungnya Aku Seorang Jukir Bisa Pacari ABG Tapi Kuperawani Sahabatnya – “Sudah mau pulang ya dek?” tanyaku.
“Hmm.. iya kak, sudah malem nih,” katanya.
“Belum malem kok, baru pukul setengah 10 nih,” jawabku.
“Iya sih, sebenernya masih awal sih, tapi takut nyokap nyariin,” sahutnya.
“Oya? Anak nyokap donk kalian,” candaku.
“Bukan donk.. cuma gak enak aja kalo bohong.”
“Udah sar, jangan pulang dulu, kita jalan-jalan lagi aja yuk. Kamu nginap sama aku aja di rumah kakek. Telpon aja nyokap kamu, bilangin nginap di rumah kakek aku. Kakek udah tidur jam segini. Gak bakalan tahu dia kalo kita pulangnya udah malem. Mau gak?” potong temannya.
“Nah.. bener tuh, sayang donk waktu muda gak dihabisin dengan senang-senang. Ikutin aja apa kata temen kamu itu biar nanti kamu gak nyesel dan dapat pengalaman baru,” kataku.
“Eeehh.. hmmm.. Ntar aku telpon nyokap dulu ya, kamu tunggu di sini dulu,” katanya.

Anak itu pergi menjauh dari aku dan temannya untuk menelepon nyokapnya.
“Nama kamu siapa dek?” tanyaku kepada temannya.
“Shinta kak, yang itu namanya Sarah,” katanya.
“Masih sekolah?” tanyaku.
“Iya kak masih SMU, kelas 2,” katanya.
“Kalian cuma teman sekelas atau masih saudara?” tanyaku.
“Cuma teman sekelas aja sih, tapi udah kayak saudara,” katanya.
“Kalian cantik-cantik menurut akak, sudah punya pacar?” tanyaku lagi.
“Belum kak, takut sama bokap. Gak bakal diizinin sama bokap kalo aku pacaran,” katanya.
“Bokap kamu bener sih, tapi kan kalo kamu mau.. kan bisa pacaran sembunyi-sembunyi.. bener gak?” kataku.

Tiba-tiba Sarah sudah selesai nelpon nyokapnya. Datang menghampiri dan memutuskan pembicaraanku dengan Shinta.
“Udah Shin, nyokap ngizinin aku nginap sama kamu. Abis ini mau jalan kemana?” tanyanya.
“Kita muter-muter dulu cari tempat yang asyik buat kita nongkrong,” kata Shinta.
“Ya udah, yuk.. Oya nih kak uang parkirnya,” kata Sarah memberiku uang parkir.
“Gak usah dek, ambil aja. Lagian akak perhatiin kalian juga sering datang kemari,” kataku.
“Oh ya udah, makasih ya kak,” katanya langsung menancap gas meninggalkanku.

Aku pun kembali sendiri menunggu sisa motor lain yang belum keluar. Dasar nasib, gara-gara cuma nunggu 5 motor lagi aku harus menunggu 1 jam lebih belum juga keluar. Tak lama kemudian 2 ABG tadi datang lagi kepadaku, sepertinya ada masalah bila aku lihat paras mereka.
“Kok kembali lagi dek?” tanyaku.
“Anu kak, kami tadi diikutin beberapa orang tak dikenal. Kami takut, makanya kami kemari lagi mau minta tolong sama akak,” kata Sarah.
“Oh, mana orangnya?” tanyaku.

Cerita Dewasa Beruntungnya Aku Seorang Jukir Bisa Pacari ABG Tapi Kuperawani Sahabatnya – Tiba-tiba datang 5 buah motor yang dikendarai 5 orang Lelaki sebayaku.
“Oh kalian rupanya?” kataku kepada semua yang datang.
“Halo Kak Toyib, sorry kak ganggu nih. Kami mau bersenang-senang dengan mereka dulu kak,” kata salah satu dari mereka sambil menunjuk kepada Shinta dan Sarah.
“Mending kalian semua cari yang laen aja,” kataku.
“Lho kenapa kak? Kami kan tak mengganggu akak,” katanya.
“Lho semua mau mampus apa di tangan gue? hah ???” bentakku.
“Ja… jangan kak.. ampun deh.. sorry kak..” katanya.
“Eh kalian memang lagi beruntung kenal dengan kak Toyib, kalau nggak kalian pasti kena dengan kami,” kata temannya.

Aku pun secara spontan melayangkan tamparan ke mukanya.. Plaaakkk….
“Woy, udah gue bilang pulang ya pulang. Jangan banyak bacot lo.. beneran mau mampus lo?” bentakku sambil menarik bajunya.
“Ehhh… iii.. .iiiiya kak.. ampun,” katanya dan mereka semua langsung kabur.

“Udah dek, sekarang aman.. kalian boleh pulang. Akak jamin mereka pasti gak akan ngikutin kalian lagi,” kataku.
“Gak mau kak, kami mau pulang masih takut diikutin lagi sama mereka,” kata Sarah.
“Iya kak, mereka pasti masih dendam sama kami,” kata Shinta.
“Ya sudah, kalau mau di sini ya silahkan sambil nemenin akak parkir. Ntar abis selesai parkir akak anter kalian pulang,” kataku.
“Iya kak gpp, kami di sini aja deh..” kata Shinta.

Setengah jam kemudian parkirku selesai, aku pun mengantar mereka pulang. Di dalam perjalanan aku sengaja menyuruh mereka jalan duluan dan aku mengikuti mereka dari belakang, ternyata Shinta dan Sarah benar. Orang-orang tak dikenal tadi masih mengikuti mereka. Malah mereka berani menghentikan Shinta dan Sarah di tengah jalan. Aku langsung saja melaju ke arah mereka. Aku parkirkan motorku di tepi jalan dan langsung saja aku mengeluarkan badik yang kuselipkan di dalam jaket dan kutodongkan ke salah satu dari mereka.

“Kalian memang bener-bener mau cari mampus sama gue ya?” kataku sambil menyayat sedikit mukanya.
“Kak, jangan kak.. Oke.. oke.. kami nyerah dan minta maaf..” katanya langsung kabur bersama teman-temannya meninggalkan kami.
“Shinta, Sarah.. udah ayo pulang. Udah gpp..” kataku dan mereka melanjutkan perjalanan.

Beberapa menit kemudian sampailah kami di rumah kakek Shinta.
“Kak, gak masuk sekalian dulu,” katanya.
“Ah gak usah, gak enak sama orang rumah di sini,” kataku.
“Gpp kok kak, di sini memang gak ada orang. Kakek dan nenek gak ada di rumah, mereka nginap di tempat paman. Baru tadi sore kakek nelpon aku,” kata Shinta.
“Masa? Kalo gitu sih boleh-boleh aja, akak juga mau minta minum sama kamu, akak haus nih,” kataku.

Kamipun masuk ke dalam rumah. Shinta langsung mengunci pintu rumahnya.
“Akak nginep di sini aja, kami takut kak soalnya gak ada laki-laki di rumah ini yang bisa jagain kami bila kami tidur nanti,” kata Shinta.
“Iya kak, please deh..” sahut Sarah.
“Ok lah kalo itu yang kalian mau. Tapi jangan salahkan akak ya kalo tetangga sebelah tahu ada akak nginep di sini sama kalian,” kataku.
“Gpp kak, daripada kami ketakutan di sini dengan hal yang tadi. Mendingan ada akak di sini, kami bisa merasa lega rasanya,” kata Sarah.

Shintapun langsung ke dapur, mengambil air putih untukku.
“Oya shin, aku numpang mandi ya, gerah nih rasanya,” kata Sarah sambil meninggalkanku sendiri di ruang tamu.
Tak lama kemudian Shinta datang menghampiriku sambil membawa segelas air putihnya untukku. Aku langsung menerimanya.
“Kak, nanti kalo mau tidur di kamarku aja ya, sama Sarah. Kami jadi tenang kalo ada akak yang jagain di samping kami. Mau ya,” kata Shinta.
“Gak usah, di luar aja,” kataku.
“Mau ya kak, Shinta beneran takut kak sejak kejadian tadi,” kata Shinta.
“Iya deh, untung aja kalian sudah kenal dengan akak. Coba kalo gak, gimana nasib kalian hari ini bila bertemu mereka tadi,” kataku.
“Hehe.. iya kak, makasih. Akak kayaknya preman ya? Kok aku liat mereka semua takut sama akak. Kalo bukan preman, pikirku kenapa mereka harus takut sama akak. Bener gak?” kata Shinta.
“Akak bukan preman, kalo preman akak pasti sudah dapat jatah di sana sini, ngapain akak harus jaga parkir,” kataku.

Cerita Ngentot Beruntungnya Aku Seorang Jukir Bisa Pacari ABG Tapi Kuperawani Sahabatnya – “Tapi kenapa mereka takut sama akak?” tanya Shinta.
“Ya gak tahu, mungkin aja mereka anggap akak ini seperti preman. Soalnya akak pernah berantem lawan 8 orang, dan salah satu dari mereka tewas di tangan akak. Ya itu dulu , lagian akak sudah menjalani hukuman 2 tahun setengah di dalam penjara. Itu karena akak bukan sengaja membunuh melainkan akak membela diri daripada akak yang mati. Mungkin sejak kejadian itu maka sampailah dari mulut ke mulut bahwa akak adalah seorang preman. Padahal kenyataannya, kena pisaupun akak pasti luka dan berdarah,” jelasku kepada Shinta.
“Kak, jujur aku lihat akak seperti ada yang istimewa di dalam diri akak, bukan karena aku telah ditolongin akak tadi. Aku melihat akak adalah sosok yang pantas buatku,” kata Shinta.
“Apa maksud kamu? akak gak ngerti,” kataku.
“Aku ingin akak mau jadi pacarku, sudah lama aku memperhatikan akak, cuma hari ini adalah hari yang kebetulan kita ketemu dan ngobrol bersama,” kata Shinta.
“Hahaha.. Aneh, begini kenapa akak bilang aneh, pertama kamu belum kenal dengan akak lebih dalam, kedua.. akak ini jelek, lihat aja gigi akak aja ilang satu di depan. Masa kamu suka sama akak sementara masih banyak cowok sebaya kamu yang lebih dari akak,” kataku.
“Iya kak, tapi entah kenapa hati aku memilih akak. Jujur, aku cari cowok bukan dari parasnya, uangnya atau pekerjaannya. Tapi aku mencari cowok yang bisa jagain aku dari segala gangguan dan aku melihat akak adalah cowok yang aku idam-idamkan,” katanya sambil meraih tanganku dan langsung menciumnya.

Aku hanya bisa termenung dan tak bisa berkata apa-apa. Tiba-tiba dia menyapaku..
“Kak, kok diam? gak mau ya sama aku?” tanyanya.
“Bukan begitu, akak lagi berpikir. Akak bingung harus menerima atau tidak, bilang akak menerima kamu, apa kata teman-teman kamu, keluarga kamu namun bila akak tidak menerima kamu berarti akak menyia-nyiakan kesempatan dan akak sendiri memang belum punya pacar dan kebetulan akak memang sedang mancari pacar. Akak tidak menyangka ternyata malah kamu yang bilang duluan sama akak,” kataku.
“Ya, aku cinta sama akak walau cuma melihat akak dari jauh selama ini. Baru kali ini kita bisa dekat, dan hari ini aku untuk pertama kalinya nembak cowok,” katanya.
“Oke, akak mau sama kamu dan akak harap kamu gak kecewa bila setelah itu akak itu seperti apa suatu saat nanti,” kataku.
“Aku siap menerima apapun yang terjadi, kita jalani saja kak,” katanya sambil mencium bibirku.

Aku langsung mendorongnya, dan Shinta pun langsung menggerutu.
“Shinta, belum saatnya.. sudah kamu tidur aja,” kataku.
“Oke.. makasih akakku sayang, Shinta tidur. Kalo mau kita tidur bareng sama Sarah di kamar, gpp kok. Nanti aku siapin buat akak,” katanya.
“Gak usah, akak tidur di sofa aja,” kataku.

Aku perhatikan Shinta meninggalkanku, lalu kulihat dari jauh ternyata Sarah sudah tidur duluan. Aku pun kembali merenungi nasibku hari ini. Akhirnya aku dapat pacar lagi, padahal aku baru putus bulan lalu. Tapi aku benar-benar bingung, kenapa banyak wanita yang ingin menjadi pacarku. Akhirnya aku pun terlelap. Entah apa yang terjadi, aku terbangun dari tidurku karena merasa haus. Aku pergi ke dapur untuk mengambil air putih, tak sengaja aku melihat ke arah kamar mandi. Aku melihat Sarah sedang buang air kecil karena Sarah tidak menutup pintu. Langsung saja gairahku meningkat melihat kejaddian itu. Aku pun menuju ke kamar mandi.

“Ehh kak, maaf lupa ngunci pintu. Tadi aku pikir udah gak ada orang ke sini, tadinya aku lihat Shinta sudah lelap dan akak pun juga terlelap, makanya gak aku kunci,” kata Sarah.
“Sar..” kataku langsung memeluk tubuh Sarah.
“Eh kak, jangan..” katanya.
“Sar.. Hmm..” kataku sambil meraba vaginanya.
“Kak, jangan… kak,” katanya berusaha memberontak dari pelukanku.
“Akak mau melakukannya sama kamu sar, akak gak bisa nahan lagi sar, maafin akak,” kataku.
“Jangan kak, please kak..” katanya.

Aku langsung melepas pakaianku semua, lalu kubuka kaki dan pahanya Sarah. Aku menjilati vaginanya sementara Sarah terus saja memberontak tetapi tak bersuara yang bisa membuat Shinta bangun. Aku tak peduli walupun Shinta bangun, aku tetap saja ingin menikmati tubuh Sarah.
“Sssstttt… aaahhh.. hmmm,” desah Sarah.

Puas dengan menjilati vagina Sarah, aku pun membuka baju Sarah dan menikmati payudara Sarah. Putingnya aku hisap secara bergantian dan Sarah tak menolak lagi atas perlakuanku terhadapnya.
“Ehhhmmm.. aaahhh kak, sssssttt aaahhh terus kak,” katanya.
Beberapa menit kemudian setelah puas menjilati tubuh Sarah, aku memandu batang penisku ke arah lubang vaginanya. Lalu keterobos saja dan memang sih agak susah tetapi aku berusaha menghujamkannya sampai bisa masuk. Dan akhirnya masuk.
“Awww… aduh, sakit kak..” kata Sarah.
“Tahan aja sayang, nikmati saja. Memang beginilah rasanya kalau kamu belum pernah melakukan ini. Nanti juga bakal lain rasanya. Nikmati saja ya,” kataku sambil mencium dan melumat bibirnya.

Setelah Sarah tak bersuara lagi, aku pelan-pelan memompa vaginanya.
“Aaaahhh.. terus kak, enak kak rasanya udah gak sakit lagi kayak tadi,” katanya.
Aku pun mempercepat gerakanku memompa vaginanya. Akan tetapi aku tidak ingin permainan ini cepat selesai, aku pun mencabut batang penisku dari vaginanya dan kusodorkan ke mulutnya.
“Sar, buka mulutmu sayang,” kataku.
“Gak mau kak, aku geli dan jijik kak,” katanya.
“Buka aja sar, maukan kamu beri akak kepuasan? Nanti akak pasti akan membalasnya, akak akan memberikanmu kepuasan juga. Please..” kataku.

Sarah pelan tapi pasti membuka mulutnya, aku langsung saja menancapkan batang penisku ke dalam mulutnya. Kupandu Sarah dengan memegang kepalanya agar mengikuti iramaku.
“Weeekkk, aaahhh… kak sudah ya,” katanya.
“Ya sudah gpp, kamu buka paha kamu, akak akan beri kamu kepuasan seperti janji akak tadi,” kataku.

Sarah membuka kakinya dan melebarkan pahanya, aku lalu mengecup klitorisnya dan ku jilati hingga Sarah mengelinjang, ku gigit sedikit klitorisnya.
“Aww.. aah yeaah ssssttt,” desahnya sembari menggerakkan tubuhnya yang mengelinjang sambil tangannya menahan kepalaku. Setelah kurasa cukup aku pun kembali menancapkan batang penisku ke dalam lubang vaginanya.
“Aduh, pelan-pelan kak,” pintanya.

Cerita Saru Beruntungnya Aku Seorang Jukir Bisa Pacari ABG Tapi Kuperawani Sahabatnya – Aku menurutinya dan setelah batang penisku kembali masuk, aku pun mulai memompa vaginanya dengan gerakan perlahan hingga sedikit demi sedikit kupercepat gerakanku. Sarah sudah mulai meracau omongannya dan tak begitu jelas kudengar kata-katanya ditelingaku. Beberapa menit kemudian aku merasa akan mencapai puncak klimaks dan langsung saja aku cabut batang penisku dan kutumpahkan spermaku di pantatnya.
“Ooohhhh yeeeeaaaaahhh Sarah…. Ssssttt aaahh yeaahh,” kataku.

Setelah puas aku melihat cairan spermaku mengalir ke bawah mengenai vaginanya dan akhirnya jatuh ke lantai. Kupeluk tubuh Sarah dan kulumat bibirnya. Lalu kami pun membersihkan diri kami masing-masing dengan air yang ada di kamar mandi. Dan kami pun mengenakan pakaian kami masing-masing.
“Sarah, terimakasih ya. Akak minta maaf banget sama kamu karena telah merenggut mahkota kamu,” kataku.
“Sebenarnya Sarah sedih kak, tapi apa yang harus disesali bila semuanya sudah terjadi? Sarah juga merasa puas kak, ini pengalaman yang berharga bagi Sarah,” katanya.
“Ya sudah, kamu jangan cerita sama siapapun, termasuk sama Shinta ya. Akak gak mau Shinta kecewa sama akak,” kataku.
“Apa maksud akak?” kata Sarah.
“Hmm anu.. Shinta, Sar.. Akak sudah jadian sama Shinta tadi sebelum tidur,” kataku.
“Kak, aku gimana?” tanya Sarah.
“Ya, kamu maunya gimana?” kataku.
“Aku juga mau jadi pacar akak, aku gak mau disia-siakan setelah kejadian ini,” kata Sarah.
‘Ya sudah, kamu juga pacar akak, tapi jangan bilang sama Shinta kalo kita juga pacaran ya. Kamu tolongin akak sar, akak gak mau Shinta kecewa. Janji ya?” kataku sambil menunjukkan jari kelingking ke depannya. Sarah pun menunjukkan jari kelingkingnya dan menyentuhkan jari kelingkingnya ke jari kelingkingku.

Cerita Porno Beruntungnya Aku Seorang Jukir Bisa Pacari ABG Tapi Kuperawani Sahabatnya – Kamipun keluar dari kamar mandi. Sarah menuju kamar dan aku kembali tidur di sofa. Sejak kejadian itu, aku lebih sering melakukan sex dengan Sarah dan Shinta sama sekali tak kusentuh sedikitpun. Hubungan itu kami lakukan sampai Sarah nyerah kepada Shinta dan rela melepasku agar aku kembali kepada Shinta. Dan Shinta tak pernah tahu aku berpacaran juga dengan sahabatnya. Akhirnya Sarah punya pacar baru namun dia masih saja tak bisa melupakanku. Dia masih saja menelpon atau SMS aku untuk bertemu dan melakukan hubungan sex.

agen bola tanpa deposit inibet188